Protes Kartun Nabi Muhammad, Parlemen Pakistan Mau Tarik Dubesnya dari Prancis

CERMINWORLD.COM, Jakarta – Parlemen Pakistan pada Senin mengesahkan resolusi yang meminta pemerintah untuk menarik duta besar Pakistan dari Prancis setelah publikasi┬ákartun Nabi Muhammad, dan menuduh Presiden Emmanuel Macron penyebar kebencian terhadap Islam.

Resolusi Majelis Nasional, yang tidak mengikat, datang beberapa jam setelah duta besar Prancis di Islamabad dipanggil ke kantor luar negeri Pakistan untuk mendaftarkan protesnya.

Desakan parlemen adalah ekspresi kemarahan terbaru di dunia Muslim terhadap Prancis yang menampilkan gambar Nabi Muhammad yang dianggap menghujat umat Islam.

Menurut Reuters, 27 Oktober 2020, resolusi tersebut menyatakan keprihatinan serius atas pernyataan yang sangat mengganggu dan hasutan kebencian, khususnya oleh para pemimpin seperti Presiden Macron, yang membenarkan provokasi yang tidak sah dan penghinaan terhadap satu miliar Muslim.

Resolusi tersebut juga mendesak pemerintah meminta negara Muslim lainnya untuk memboikot produk Prancis.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan duta besar Prancis dipanggil dan diberitahu bahwa Pakistan mengutuk keras menyamakan Islam dengan terorisme, untuk keuntungan politik.

Seorang pria mengibarkan bendera nasional Prancis selama pawai sunyi untuk menghormati Samuel Paty, di jalanan pinggiran kota Paris di Conflans-Sainte-Honorine, Prancis, 20 Oktober 2020. Karikatur yang dianggap melecehkan Nabi Muhammad itu terlihat oleh seorang siswa Muslim yang memilih tidak keluar kelas meski sempat diminta, dan kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. REUTERS/Lucien Libert

Emmanuel Macron memberikan penghormatan kepada seorang guru sejarah Prancis yang dipenggal kepalanya oleh seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya karena memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di sebuah kelas tentang kebebasan berbicara.

Pada hari Minggu Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengecam Macron, menuduhnya telah menyerang Islam dengan mendorong publikasi kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Dia mengacu pada komentar yang dibuat pada hari Rabu oleh Presiden Macron di mana dia mengkritik Islamis dan bersumpah untuk tidak menghentikan publikasi kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad (SAW), menurut Dawn. Dia juga berpendapat bahwa Samuel Paty, seorang guru yang dipenggal kepalanya bulan lalu karena menunjukkan sketsa Nabi Muhammad (SAW), dibunuh karena “Islam menginginkan masa depan kita”.

Protes kecil diadakan pada hari Senin di kota barat laut Peshawar dan kota Lahore di timur, di mana para peserta unjuk rasa membakar bendera Prancis dan mengibarkan slogan-slogan menentang Prancis dan Macron.

Presiden Asosiasi Pedagang Seluruh Pakistan, Ajmal Baloch, mengatakan kepada Reuters TV di Islamabad bahwa organisasinya menghubungi pedagang di seluruh negeri untuk mengeluarkan produk Prancis dari rak-rak mereka.

Kartun Nabi Muhammad, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2005 oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten, telah lama menjadi topik sensitif di kalangan Muslim, memicu protes di Pakistan dan tempat lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *